Pengalaman Hampir Kena Calo Di Terminal Bis Giwangan
Halo apakabar semuanya, semoga baik-baik dan sehat selalu ya. Okay ini postingan pertama blog ini, alasan kenapa saya buat blog seperti ini ya hanya sekedar share saja pengalaman saya sebagai warga baru di Jogjakarta.
Okay kali ini aku bakal bahas sesuatu yang menurutku perlu aku share hehehe
sesuai judul ya gan, saya mau share pengalaman buruk selama di terminal giwangan, terminal bis yang menurut ku kumuh, membingungkan, dan ya tidak terawat.
okey cerita ini bermula dari diriku yang seorang mahasiswa jogja bau kencur yang mau praktek kerja di jakarta alias magang bahasa awamnya. Untuk ke jakarta pilihan transportasi ke sana dari jogja sebenernya enak karena menjangkau semua transportasi kecuali kapal laut doang. Yaps bisa pesawat, kereta, atau bus. Saya pilih bus karena pertama harganya murah dan di harga yang sama dengan tiket kereta api bisa mendapat fasilitas yang lebih baik hehehe, misalnya tiket kereta bogowonto ekonomi diharga 200 rb bisa dapat bus kelas eksekutif dengan leg room lega, servis makan dll.
Jadi singkat cerita karena bingung mau naik bis apa, ane surveilah ke terminal giwangan. Bodohnya karena jadwal kuliah yang sampai sore akupun memberanikan diri ke giwangan jam 8 malam. Sesampainya disana, yang ku cari adalah loket bus untuk keberangkatan ke jakarta, eeh ternyata di jam segitu tidak ada pemberangkatan lagi dan loket bus udah pada tutup, tinggal untuk keberangkatan purwokerto dan surabaya doang (efisiensi sama eka mira dan sumber doang tinggal). Jadilah tertunda dulu untuk cari tiket ke jakartanya.
Karena tak dapat yang dicari, malamnya akhirnya akupun coba searching di internet terkait bus apa yang melayani jogja jakarta dari giwangan. Singkat cerita sewaktu searching di mbah gugel muncul bis tingkat bahasa kerennya dobel deker putera mulya sejahtera jurusan jogja jakarta dengan kelas eksekutif harga cuma 230 ribu saja. Trus aku coba cari info agen si bus putra mulya itu, singkat cerita dapatlah nomor whatsapp agen putera mulya giwangan. Monggo ini nomornya kalau mau beli tiket
setelah tanya tanya sama mbak apa bu apa pak apa mas mbuh ga tau wkwkwk, akhirnya aku sepakat buat mesen tiket yang dobel deker dan berjanji ke agen besok harinya.
keesokan harinya karena hari ini libur, aku pun ke giwangan jam 9 pagi dengan gagahnya. sesampainya di depan terminal giwangan aku bingung, lokasi agenya di sebalah mana, karena giwangan terminalnya ada gerbang sisi barat dan sisi utara yang harus masuk lewat perumahan warga (alias masuk kedalam), jadilah aku coba masuk dari pintu utama sisi barat terminal bersebelahan dengan kedatangan bus bus dari luar kota jogja. setelah parkir motor dan bayar karcisnya (Rp 2000) aku pun masuk ke dalam terminal, baru beberapa langkah seorang bapak-bapak berbadan kekar menghampiri dan menanyakan mau kemana, dengan PD aku jawab agen bis putera mulya sebelah mana ya pak. Si bapaknya pun bilang oh mari dek ikut saya, agennya sebelah sini. Begonya lagi aku langsung percaya aja sama si bapak, dituntun lah aku ke sebuah loket agen dengan kondisi seadanya dan hanya ada satu loket itu saja, kios disebelahnya pada tutup. aku pun heran dan coba tanya sama bapaknya, bener pak ini agen putera mulya? oh iya dek adek mau ke mana? saya pun jawab dengan nada pelan, ke jakarta pak. si bapak pun lantang menjawab oh jakarta ada ni kelas eksekutif 170 ribu ac toilet, lha kok harganya murah amat aku tanya lagi bapaknya, pak ini yang kelas tingkat bukan ya pak yang dobel deker, sibapaknya bingung. owh itu ga ada dek adanya bis ac biasa, aku coba tanya lg ke bapaknya dengan nada sedikit keras, pak ini bukan agen putera mulya kan? agen putera mulya sebelah mana ya pak? si bapak dengan sedikit males jawab, agen putera mulya masuk ke dalam dek, tp kalo malas masuk beli lewat saya juga bisa, sama saja tiketnya harganya juga sama. bah langsung tak tinggal si bapak, trus tak wa si agen putera mulya ini dimana gerangan. tak berlangsung lama dibalaslah wa ane dan diberi arahan kalau tidak salah blok D apa ya, saya lupa wkwkw. karena bingung dimana letak si agen trus saya telpon lah si agen ini, dan begonya lagi ini jogja men, orang ngarahin pake arah mata angin dan aku buta dimana letak selatan sama utara. si ibu ngarahin dari pintu masuk ke arah selatan mas blok D lantai 2, bujug dah selatan dimana gua ga tau wkwkw.
trus si ibu nanyain make baju apa, kemeja cokelat bu, trus si ibu ngarahin suruh ke bis trans jogja yang parkir, dan akhirnya si ibu menemukan diriku yang terlihat linglung dan tak berdaya wkwkw
si ibu pun ngarahin masnya dari situ lurus terus nanti liat ke arah lantai dua saya disitu. akhirnya ketemu juga si ibu ibu penjaga lilin eh penjaga loket agen putera mulya yang saya cari. singkat cerita saya beli tiket dan bayar saat itu juga ditempat.
Dapet pesan dari si ibu penjaga loket, sebelum ke giwangan jangan pernah terima ajakan dari orang yang lagi duduk apa berdiri mondar mandir, hampir dipastikan itu calo. Bilang aja udah beli tiket sama calonya, jangan bilang mau beli tiket ke jakarta, pasti di belokkan ke jalan yang sesat wkwkw.
yha semoga pemerinta jogjakarta mau membenahi terminal giwangan biar lebih modern seperti terminal pulogebang di jakarta yang udah kek bandara sangking bagusnya. apalagi ini kota destinasi pendidikan dan pariwisata transportasi jadi suatu keharusan agar masyarakat yang berkunjung ke kota ini jadi nyaman dan aman
Okay kali ini aku bakal bahas sesuatu yang menurutku perlu aku share hehehe
sesuai judul ya gan, saya mau share pengalaman buruk selama di terminal giwangan, terminal bis yang menurut ku kumuh, membingungkan, dan ya tidak terawat.
okey cerita ini bermula dari diriku yang seorang mahasiswa jogja bau kencur yang mau praktek kerja di jakarta alias magang bahasa awamnya. Untuk ke jakarta pilihan transportasi ke sana dari jogja sebenernya enak karena menjangkau semua transportasi kecuali kapal laut doang. Yaps bisa pesawat, kereta, atau bus. Saya pilih bus karena pertama harganya murah dan di harga yang sama dengan tiket kereta api bisa mendapat fasilitas yang lebih baik hehehe, misalnya tiket kereta bogowonto ekonomi diharga 200 rb bisa dapat bus kelas eksekutif dengan leg room lega, servis makan dll.
Jadi singkat cerita karena bingung mau naik bis apa, ane surveilah ke terminal giwangan. Bodohnya karena jadwal kuliah yang sampai sore akupun memberanikan diri ke giwangan jam 8 malam. Sesampainya disana, yang ku cari adalah loket bus untuk keberangkatan ke jakarta, eeh ternyata di jam segitu tidak ada pemberangkatan lagi dan loket bus udah pada tutup, tinggal untuk keberangkatan purwokerto dan surabaya doang (efisiensi sama eka mira dan sumber doang tinggal). Jadilah tertunda dulu untuk cari tiket ke jakartanya.
Karena tak dapat yang dicari, malamnya akhirnya akupun coba searching di internet terkait bus apa yang melayani jogja jakarta dari giwangan. Singkat cerita sewaktu searching di mbah gugel muncul bis tingkat bahasa kerennya dobel deker putera mulya sejahtera jurusan jogja jakarta dengan kelas eksekutif harga cuma 230 ribu saja. Trus aku coba cari info agen si bus putra mulya itu, singkat cerita dapatlah nomor whatsapp agen putera mulya giwangan. Monggo ini nomornya kalau mau beli tiket
setelah tanya tanya sama mbak apa bu apa pak apa mas mbuh ga tau wkwkwk, akhirnya aku sepakat buat mesen tiket yang dobel deker dan berjanji ke agen besok harinya.
keesokan harinya karena hari ini libur, aku pun ke giwangan jam 9 pagi dengan gagahnya. sesampainya di depan terminal giwangan aku bingung, lokasi agenya di sebalah mana, karena giwangan terminalnya ada gerbang sisi barat dan sisi utara yang harus masuk lewat perumahan warga (alias masuk kedalam), jadilah aku coba masuk dari pintu utama sisi barat terminal bersebelahan dengan kedatangan bus bus dari luar kota jogja. setelah parkir motor dan bayar karcisnya (Rp 2000) aku pun masuk ke dalam terminal, baru beberapa langkah seorang bapak-bapak berbadan kekar menghampiri dan menanyakan mau kemana, dengan PD aku jawab agen bis putera mulya sebelah mana ya pak. Si bapaknya pun bilang oh mari dek ikut saya, agennya sebelah sini. Begonya lagi aku langsung percaya aja sama si bapak, dituntun lah aku ke sebuah loket agen dengan kondisi seadanya dan hanya ada satu loket itu saja, kios disebelahnya pada tutup. aku pun heran dan coba tanya sama bapaknya, bener pak ini agen putera mulya? oh iya dek adek mau ke mana? saya pun jawab dengan nada pelan, ke jakarta pak. si bapak pun lantang menjawab oh jakarta ada ni kelas eksekutif 170 ribu ac toilet, lha kok harganya murah amat aku tanya lagi bapaknya, pak ini yang kelas tingkat bukan ya pak yang dobel deker, sibapaknya bingung. owh itu ga ada dek adanya bis ac biasa, aku coba tanya lg ke bapaknya dengan nada sedikit keras, pak ini bukan agen putera mulya kan? agen putera mulya sebelah mana ya pak? si bapak dengan sedikit males jawab, agen putera mulya masuk ke dalam dek, tp kalo malas masuk beli lewat saya juga bisa, sama saja tiketnya harganya juga sama. bah langsung tak tinggal si bapak, trus tak wa si agen putera mulya ini dimana gerangan. tak berlangsung lama dibalaslah wa ane dan diberi arahan kalau tidak salah blok D apa ya, saya lupa wkwkw. karena bingung dimana letak si agen trus saya telpon lah si agen ini, dan begonya lagi ini jogja men, orang ngarahin pake arah mata angin dan aku buta dimana letak selatan sama utara. si ibu ngarahin dari pintu masuk ke arah selatan mas blok D lantai 2, bujug dah selatan dimana gua ga tau wkwkw.
trus si ibu nanyain make baju apa, kemeja cokelat bu, trus si ibu ngarahin suruh ke bis trans jogja yang parkir, dan akhirnya si ibu menemukan diriku yang terlihat linglung dan tak berdaya wkwkw
si ibu pun ngarahin masnya dari situ lurus terus nanti liat ke arah lantai dua saya disitu. akhirnya ketemu juga si ibu ibu penjaga lilin eh penjaga loket agen putera mulya yang saya cari. singkat cerita saya beli tiket dan bayar saat itu juga ditempat.
Dapet pesan dari si ibu penjaga loket, sebelum ke giwangan jangan pernah terima ajakan dari orang yang lagi duduk apa berdiri mondar mandir, hampir dipastikan itu calo. Bilang aja udah beli tiket sama calonya, jangan bilang mau beli tiket ke jakarta, pasti di belokkan ke jalan yang sesat wkwkw.
yha semoga pemerinta jogjakarta mau membenahi terminal giwangan biar lebih modern seperti terminal pulogebang di jakarta yang udah kek bandara sangking bagusnya. apalagi ini kota destinasi pendidikan dan pariwisata transportasi jadi suatu keharusan agar masyarakat yang berkunjung ke kota ini jadi nyaman dan aman
Info bagus buatku...mks
BalasHapus